Total Tayangan Laman

Senin, 21 Maret 2011

PONPES DAARUL MUGHNI BUDIDAYAKAN AYAM KETAWA

Bogor, 20/3 (ANTARA) - Pondok Pesantren (Ponpes) Daarul MughniAl-Maaliki, Kabupaten Bogor, mengajari para santrinya berwirausahadengan mengembangkan budidaya ayam ketawa, yakni spesies ayam langkaasal Sulawesi Selatan (Sulsel). Manajer Program Wirausaha Ponpes Daarul Mughni Al-Maaliki, AbdulHadik di Bogor, Ahad, mengatakan, budidaya ayam ketawa tersebutdigagas sebagai upaya menanamkan hobi wirausaha di kalangan santri. "Hobi wirausaha harus ditanamkan sejak dini. Santri harus memiliki keterampilan wirausaha sebagai bekal terjun di tengah masyarakat," katanya. Menurut dia, seorang santri harus memiliki keterampilan tertentu,sehingga memiliki keahlian yang dapat dikembangkan di masyarakat. "Tamatan pesantren tidak mesti jadi ustad atau kiai. Namun dapat juga menjadi pengusaha, wartawan maupun seniman," katanya. Oleh karena itu, sebagai upaya membekali santri dengan keterampilan wirausaha, sejak tujuh bulan silam, Ponpes Daarul Mughni Al-Maaliki yang terletak di Desa Cikahuripan, Kecamatan Klapanunggal, Bogor, mengembangkan budi daya ayam ketawa. Ayam khas Sulawesi Selatan tersebut dinamai ketawa karena kemampuan tertawa, kebiasaannya terbilang sangat unik yang tidak ditemukan pada berbagai jenis ayam lain di Tanah Air. Harga ayam ketawa yang dibudidayakan Ponpes Daarul Mughni terbilang mahal. Sepasang ayam ketawa dijual dengan kisaran harga Rp2,5 juta hingga Rp3 juta. "Semakin bagus kualitas ketawanya harganya semakin mahal. Sepasang ayam ketawa bisa menembus harga hingga Rp25 juta," kata alumnus Pesantren Daarul Rahman Jakarta. Menurut dia, pihak Ponpes Daarul Mughni Al-Maaliki membudidayakanayam ketawa dengan bibit yang langsung berasal daru Sulsel. Setelah tujuh bulan dibudidayakan, ayam ketawa milik Ponpes Daaruk Mughni yang semula hanya dua pasang kini telah berkembang menjadi 100 ekor. Selain mengembangkan ayam ketawa, Ponpes Daarul Mughni Al-Maalikijuga membudidayakan ayam Serama, jenis ayam yang berasal dariMalaysia. Ayam ini merupakan ayam terkecil di dunia. Ayam serama dijual dengan harga Rp2,5 juta sepasang. Daarul Mughni Al-Maaliki merupakan pesantren modern yang memilikikeunggulan bahasa Arab, bahasa Inggris dan teknologi informasi denganjumlah santri mencapai 1.000 orang, yang berasal dari berbagaipenjuru Tanah Air. Pengasuh Ponpes Daarul Mughni Al-Maaliki, KH Mustofa Mughnimenambahkan, pengembangan wirusaha diharapkan akan memberikan dualuaran sekaligus, yakni memberikan bekal keterampilan bagi santrisekaligus mendatangkan nilai tambah ekonomi untuk memutarkan rodaorganisasi pesantren. "Kami akan terus berupaya mengembangkan keterampilan santri sertamenggali sumberdaya untuk memudahkan pemutaran roda organisasipesantren," demikian Mustofa Mughni.(T. A035/(T.A035/B/S019/C/S019) 20-03-2011 18:54:01NNNN

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar